Panduan Lengkap Solis Inverter No Grid pada Sistem PLTS
Pada sistem energi surya, Solis inverter dikenal sebagai salah satu inverter dengan stabilitas dan efisiensi tinggi. Namun, salah satu notifikasi yang paling sering membuat pengguna bingung adalah pesan “No Grid” yang muncul pada layar inverter atau di aplikasi SolisCloud. Pesan ini menunjukkan bahwa inverter tidak mendeteksi sambungan dari jaringan listrik PLN atau suplai AC input lainnya. Kondisi ini dapat membuat inverter berhenti menghasilkan daya, terutama pada inverter grid-tie yang membutuhkan sinkronisasi dengan jaringan.
Untuk memastikan sistem tenaga surya tetap berjalan optimal, penting memahami arti pesan No Grid, penyebabnya, dan cara mengatasinya. Artikel ini membahas secara mendalam mengenai alarm No Grid pada Solis inverter, lengkap dengan langkah troubleshooting serta tips pencegahan.
Apa Itu Solis Inverter No Grid?
Definisi Umum No Grid
Notifikasi Solis inverter No Grid artinya inverter tidak mendeteksi keberadaan tegangan dari jaringan listrik PLN. Pada inverter grid-tie, keberadaan grid sangat penting untuk proses sinkronisasi frekuensi dan tegangan. Tanpa grid, inverter tidak dapat mengubah DC dari panel surya menjadi AC yang bisa dipakai atau diekspor ke jaringan.
Jenis Inverter yang Terpengaruh
Pesan No Grid biasanya muncul pada:
- Solis Grid-Tie Inverter (single phase dan three phase)
- Solis Mini Inverter
- Solis High Voltage PV Inverter
- Solis Hybrid Inverter dalam mode grid support
Inverter off-grid murni tidak memerlukan grid untuk bekerja, sehingga alarm ini umumnya tidak relevan untuk tipe tersebut.
Dampak No Grid pada Operasional
Ketika pesan No Grid muncul, beberapa efeknya adalah:
- Inverter berhenti memproduksi energi
- Energi dari panel surya tidak digunakan
- Sistem monitoring mencatat alarm berulang
- Power output turun ke nol
- Pada sistem hybrid, baterai tidak bisa mengisi jika konfigurasi grid-demand digunakan
Penyebab Umum Solis Inverter No Grid
1. Tidak Ada Tegangan dari PLN
Ini adalah penyebab paling umum. Jika listrik PLN padam, tegangan grid akan hilang dan inverter otomatis berhenti bekerja.
2. AC Breaker Turun atau Rusak
Breaker AC antara inverter dan panel listrik rumah bisa turun atau longgar, sehingga inverter tidak mendapatkan sinyal grid.
3. Kabel AC Lepas atau Terputus
Koneksi AC seperti:
- Kabel L (Line)
- Kabel N (Neutral)
- Kabel Ground
Jika longgar atau putus, inverter tidak dapat mendeteksi grid.
4. Tegangan PLN Tidak Stabil
Solis inverter memiliki standar proteksi yang ketat. Jika tegangan PLN:
- Terlalu rendah (undervoltage)
- Terlalu tinggi (overvoltage)
maka inverter akan menampilkan No Grid untuk mencegah kerusakan.
5. Frekuensi PLN Tidak Sesuai
Jika frekuensi PLN tidak berada di kisaran standar 50 Hz, inverter tidak akan sinkron dengan grid dan alarm No Grid muncul.
6. Pengaturan Grid Code Tidak Sesuai
Grid code atau pengaturan region dapat mempengaruhi sensitivitas inverter dalam mendeteksi grid. Jika pengaturan salah, inverter menganggap grid tidak sesuai.
7. Masalah pada Internal Relay Inverter
Relay switching yang rusak atau aus dapat membuat inverter gagal menyambungkan input AC, sehingga sistem membaca kondisi No Grid.
Cara Mengatasi Solis Inverter No Grid
1. Cek Listrik PLN
Pertama-tama, pastikan listrik PLN dalam kondisi normal. Gunakan alat ukur voltase untuk memastikan:
- Tegangan berada antara 180–250V (single phase)
- Frekuensi 50 Hz
Jika listrik padam atau voltase sangat rendah, inverter akan memberikan alarm No Grid.
2. Periksa AC Breaker
Pastikan:
- Breaker AC di posisi ON
- Tidak ada bau hangus atau kerusakan fisik
- Terminal kabel terpasang dengan benar
Kadang breaker yang terlihat ON sebenarnya longgar, sehingga tidak menghantarkan tegangan dengan baik.
3. Periksa Koneksi Kabel AC ke Inverter
Pastikan kabel:
- Tidak putus
- Tidak terkelupas
- Tidak ada korosi pada konektor
- Terpasang pada terminal L dan N yang benar
Kesalahan polaritas dapat menyebabkan inverter gagal mendeteksi grid.
4. Periksa Grid Code di Pengaturan Inverter
Grid code yang salah dapat mengakibatkan inverter menolak grid. Contoh grid code:
- AS4777 (Australia)
- VDE-AR-N4105 (Jerman)
- EN50549 (Eropa)
- Normal PV (Default Internasional)
Pastikan region dipilih sesuai standar negara.
5. Periksa Tegangan String PV (khusus Hybrid)
Pada inverter hybrid, kadang inverter berhenti bekerja karena:
- PV input terlalu rendah
- PV input tidak memenuhi batas minimum MPPT
Jika PV terlalu lemah, sistem hybrid dapat memprioritaskan grid. Jika grid hilang, No Grid muncul.
6. Lakukan Restart Inverter
Prosedur restart standar:
- Matikan AC breaker
- Matikan DC isolator
- Tunggu selama 30 detik
- Nyalakan kembali DC isolator
- Nyalakan kembali AC breaker
Reset ini membantu inverter mendeteksi grid ulang.
7. Periksa Menu Monitoring SolisCloud
Di aplikasi SolisCloud, cek:
- Alarm Log
- Parameter grid
- History voltase
Aplikasi ini membantu menemukan penyebab No Grid secara lebih detail.
Mengapa Solis Grid-Tie Tidak Bisa Beroperasi Tanpa Grid?
Solis grid-tie inverter dirancang untuk sinkronisasi dengan jaringan PLN. Tanpa grid, inverter tidak dapat menciptakan bentuk gelombang AC sendiri.
Beberapa alasan teknis:
1. Standar Safety Anti-Islanding
Untuk menghindari sengatan listrik ke teknisi PLN saat pemadaman.
2. Inverter Grid-Tie Tidak Memiliki Modul Penghasil AC
Inverter hanya menyesuaikan output mengikuti grid, bukan menciptakan grid.
3. Kontrol PWM Tidak Bekerja Tanpa Acuan Gelombang
Solis inverter membutuhkan referensi frekuensi untuk sinkronisasi.
Karena itu, pesan No Grid akan selalu muncul jika listrik PLN padam pada sistem non-hybrid.
Solis Hybrid Inverter dan Mode Backup
Solis hybrid inverter lebih fleksibel terhadap kondisi No Grid.
Fungsi Backup Output pada Hybrid
Dengan baterai, hybrid inverter mampu:
- Menghasilkan listrik meski grid padam
- Mengisi baterai dari panel surya
- Menyediakan daya ke jalur prioritas
Namun, pada kondisi tertentu, hybrid juga bisa menampilkan No Grid jika:
- Baterai terlalu lemah
- PV input tidak cukup
- Parameter backup tidak dikonfigurasi
Cara Mencegah Alarm No Grid Muncul Kembali
1. Perbaiki Instalasi Kabel AC
Pastikan kabel standar SNI dan ukuran sesuai kapasitas.
2. Gunakan Stabilizer untuk Area dengan Voltase Buruk
Stabilizer membantu menjaga tegangan agar tetap dalam batas aman.
3. Lakukan Maintenance Rutin
Bersihkan konektor, periksa korosi, dan pastikan panel listrik tidak longgar.
4. Update Firmware Inverter
Pembaruan firmware sering memperbaiki bug terkait deteksi grid.
5. Gunakan Monitoring SolisCloud
Pemantauan harian akan membantu mendeteksi gejala sebelum inverter berhenti.



