Sumber Informasi Terpercaya

Seputar Inverter Surya

Solis Inverter Alarm: Penyebab, Arti Kode Error, dan Cara Mengatasinya

Panduan Lengkap Solis Inverter Alarm untuk Pengguna PLTS

Penggunaan Solis inverter pada sistem tenaga surya semakin populer berkat efisiensi tinggi dan kestabilannya. Namun, seperti perangkat elektronik lainnya, inverter dapat menampilkan alarm atau kode error ketika terjadi kondisi tertentu yang memerlukan perhatian. Solis inverter alarm berfungsi sebagai indikator peringatan agar pengguna mengetahui adanya masalah pada sistem, baik dari sisi panel surya, jaringan listrik, maupun komponen internal inverter.

Memahami arti alarm dan cara mengatasinya sangat penting untuk memastikan sistem PLTS bekerja optimal. Artikel ini membahas fungsi alarm, daftar kode error, penyebab umum, langkah perbaikan, serta tips mencegah alarm muncul di kemudian hari.

Apa Itu Solis Inverter Alarm?

Fungsi Utama Alarm pada Inverter Solis

Alarm pada Solis inverter adalah sistem notifikasi otomatis yang:

  • Memberi tahu pengguna jika terjadi anomali
  • Melindungi inverter dari kerusakan
  • Menghentikan proses konversi energi jika ada risiko
  • Menampilkan kode error untuk memudahkan diagnostik
  • Mengarahkan teknisi untuk melakukan tindakan tepat

Alarm dapat muncul pada layar inverter, aplikasi SolisCloud, atau data logger.

Jenis-Jenis Alarm Solis Inverter

  1. Alarm Tegangan AC
  2. Alarm Tegangan DC
  3. Alarm Over Temperature
  4. Alarm Grid Failure
  5. Alarm Hardware Abnormal
  6. Alarm Communication Error

Masing-masing memiliki penyebab berbeda, sehingga memerlukan penanganan yang sesuai.

Daftar Kode Error Solis Inverter dan Artinya

Berikut beberapa kode alarm Solis inverter yang paling sering muncul:

Error 102 – Grid Overvoltage

Penyebab: Tegangan listrik PLN terlalu tinggi.
Solusi: Cek voltase jaringan atau hubungi PLN jika berulang.

Error 103 – Grid Undervoltage

Penyebab: Tegangan PLN terlalu rendah.
Solusi: Tunggu hingga stabil atau gunakan stabilizer eksternal.

Error 105 – Grid Over Frequency

Penyebab: Frekuensi listrik lebih tinggi dari standar.
Solusi: Umumnya membutuhkan penanganan pihak PLN.

Error 106 – Grid Under Frequency

Penyebab: Frekuensi di bawah standar 50 Hz.
Solusi: Hubungi teknisi untuk pengecekan grid input.

Error 116 – PV Overvoltage

Penyebab: Tegangan panel surya melebihi batas inverter.
Solusi: Periksa konfigurasi string panel dan sambungan DC.

Error 118 – Isolation Fault

Penyebab: Kebocoran arus atau grounding tidak sesuai.
Solusi: Cek kabel AC/DC, grounding system, dan pastikan tidak ada korsleting.

Error 120 – Over Temperature

Penyebab: Suhu inverter terlalu tinggi karena ventilasi buruk.
Solusi: Tingkatkan sirkulasi udara atau bersihkan heatsink.

Error 151 – Communication Fault

Penyebab: Gangguan komunikasi RS485/WiFi Data Logger.
Solusi: Periksa konektor, kabel, atau konfigurasi data logger.

Error 190 – Hardware Failure

Penyebab: Kerusakan internal modul elektronik.
Solusi: Hubungi teknisi resmi untuk perbaikan.

Penyebab Umum Solis Inverter Alarm

1. Tegangan PLN Tidak Stabil

Kondisi overvoltage atau undervoltage sering menyebabkan alarm aktif. PLN di beberapa lokasi memiliki fluktuasi tinggi, terutama pada jam puncak.

2. Konfigurasi Panel Surya Tidak Sesuai

Kesalahan umum seperti:

  • Jumlah panel berlebihan dalam satu string
  • Tegangan open circuit terlalu tinggi
  • Kabel DC longgar

Situasi ini memicu error PV overvoltage atau insulation fault.

3. Suhu Lingkungan Terlalu Panas

Inverter yang dipasang di ruang tertutup tanpa ventilasi cenderung mengalami over temperature.

4. Masalah Kabel dan Konektor

Konektor MC4 yang longgar atau kabel terkelupas dapat memicu short circuit dan isolation fault.

5. Gangguan Komunikasi pada Data Logger

Jika WiFi atau LAN Data Logger error, maka warning akan muncul di SolisCloud.

Cara Mengatasi Solis Inverter Alarm

Langkah Pertama: Identifikasi Kode Error

Ketika alarm muncul, lakukan langkah berikut:

  1. Catat kode alarm yang tampil pada layar.
  2. Cek history alarm di aplikasi SolisCloud.
  3. Cocokkan dengan daftar kode error resmi Solis.

Periksa Input DC dari Panel Surya

Pastikan:

  • Tegangan tidak melebihi batas inverter
  • Polaritas benar (+ ke +, – ke -)
  • Kabel MC4 terkunci dan tidak longgar

Periksa Input AC dari PLN

Beberapa alarm tidak berasal dari inverter, tetapi dari jaringan PLN, seperti:

  • Tegangan overvoltage
  • Tegangan undervoltage
  • Frekuensi tidak stabil

Gunakan multitester untuk memastikan nilai voltase.

Bersihkan Inverter dan Tingkatkan Ventilasi

Overheat adalah kasus yang sering muncul. Pastikan:

  • Tidak ada benda menutupi inverter
  • Heatsink bersih dari debu
  • Ruangan memiliki aliran udara cukup

Reset Manual Inverter

Setelah perbaikan, lakukan reset:

  1. Matikan AC breaker
  2. Matikan DC isolator
  3. Tunggu 30 detik
  4. Nyalakan urut kembali

Update Firmware

Alarm tertentu disebabkan firmware lama. Pembaruan firmware bisa memperbaiki bug dan meningkatkan stabilitas inverter.

Hubungi Teknisi Jika Hardware Failure

Jika muncul error 190, 191, atau kode hardware abnormal lainnya, segera panggil teknisi resmi karena hal ini berkaitan dengan komponen internal.

Solis Inverter Alarm pada SolisCloud

Keunggulan Monitoring Alarm Melalui Aplikasi

Aplikasi SolisCloud memungkinkan pengguna untuk:

  • Melihat alarm real-time
  • Menerima notifikasi peringatan
  • Mengetahui penyebab alarm secara detail
  • Mengunduh laporan performa sistem

Cara Membaca Log Alarm di SolisCloud

  1. Masuk ke halaman Plant
  2. Pilih “Device” → “Inverter”
  3. Klik menu “Alarm Log”
  4. Analisis waktu muncul dan penyebab alarm

Informasi ini sangat membantu teknisi dalam melakukan analisis awal.

Cara Mencegah Solis Inverter Alarm Sering Muncul

1. Pastikan Instalasi Sesuai Standar

Gunakan teknisi bersertifikat agar:

  • Konfigurasi panel benar
  • Grounding sesuai standar
  • Tegangan tidak melebihi batas

2. Cek Rutin Kabel, MC4, dan Breaker

Konektor DC yang longgar adalah penyebab error paling umum.

H3. 3. Pastikan Lokasi Inverter Sesuai

Tempatkan pada:

  • Ruang bersuhu rendah
  • Tidak terkena sinar matahari langsung
  • Memiliki ventilasi cukup

4. Lakukan Maintenance Minimal 1 Kali per Tahun

Maintenance meliputi:

  • Membersihkan panel
  • Mengecek tegangan string
  • Mengukur isolasi kabel
  • Memastikan tidak ada korosi pada konektor

5. Gunakan Data Logger untuk Pemantauan

Data logger membantu mendeteksi anomali sejak dini sehingga alarm tidak berlarut-larut.

Tanda Alarm yang Perlu Perhatian Segera

Beberapa alarm tidak boleh diabaikan, di antaranya:

1. Isolation Fault

Berpotensi menyebabkan korsleting besar.

2. Hardware Failure

Menandakan kerusakan komponen internal.

3. Over Temperature Berulang

Dapat memperpendek usia inverter.

4. PV Overvoltage

Bisa merusak modul input DC inverter.