Panduan Lengkap Solis Inverter Alarm untuk Pengguna PLTS
Penggunaan Solis inverter pada sistem tenaga surya semakin populer berkat efisiensi tinggi dan kestabilannya. Namun, seperti perangkat elektronik lainnya, inverter dapat menampilkan alarm atau kode error ketika terjadi kondisi tertentu yang memerlukan perhatian. Solis inverter alarm berfungsi sebagai indikator peringatan agar pengguna mengetahui adanya masalah pada sistem, baik dari sisi panel surya, jaringan listrik, maupun komponen internal inverter.
Memahami arti alarm dan cara mengatasinya sangat penting untuk memastikan sistem PLTS bekerja optimal. Artikel ini membahas fungsi alarm, daftar kode error, penyebab umum, langkah perbaikan, serta tips mencegah alarm muncul di kemudian hari.
Apa Itu Solis Inverter Alarm?
Fungsi Utama Alarm pada Inverter Solis
Alarm pada Solis inverter adalah sistem notifikasi otomatis yang:
- Memberi tahu pengguna jika terjadi anomali
- Melindungi inverter dari kerusakan
- Menghentikan proses konversi energi jika ada risiko
- Menampilkan kode error untuk memudahkan diagnostik
- Mengarahkan teknisi untuk melakukan tindakan tepat
Alarm dapat muncul pada layar inverter, aplikasi SolisCloud, atau data logger.
Jenis-Jenis Alarm Solis Inverter
- Alarm Tegangan AC
- Alarm Tegangan DC
- Alarm Over Temperature
- Alarm Grid Failure
- Alarm Hardware Abnormal
- Alarm Communication Error
Masing-masing memiliki penyebab berbeda, sehingga memerlukan penanganan yang sesuai.
Daftar Kode Error Solis Inverter dan Artinya
Berikut beberapa kode alarm Solis inverter yang paling sering muncul:
Error 102 – Grid Overvoltage
Penyebab: Tegangan listrik PLN terlalu tinggi.
Solusi: Cek voltase jaringan atau hubungi PLN jika berulang.
Error 103 – Grid Undervoltage
Penyebab: Tegangan PLN terlalu rendah.
Solusi: Tunggu hingga stabil atau gunakan stabilizer eksternal.
Error 105 – Grid Over Frequency
Penyebab: Frekuensi listrik lebih tinggi dari standar.
Solusi: Umumnya membutuhkan penanganan pihak PLN.
Error 106 – Grid Under Frequency
Penyebab: Frekuensi di bawah standar 50 Hz.
Solusi: Hubungi teknisi untuk pengecekan grid input.
Error 116 – PV Overvoltage
Penyebab: Tegangan panel surya melebihi batas inverter.
Solusi: Periksa konfigurasi string panel dan sambungan DC.
Error 118 – Isolation Fault
Penyebab: Kebocoran arus atau grounding tidak sesuai.
Solusi: Cek kabel AC/DC, grounding system, dan pastikan tidak ada korsleting.
Error 120 – Over Temperature
Penyebab: Suhu inverter terlalu tinggi karena ventilasi buruk.
Solusi: Tingkatkan sirkulasi udara atau bersihkan heatsink.
Error 151 – Communication Fault
Penyebab: Gangguan komunikasi RS485/WiFi Data Logger.
Solusi: Periksa konektor, kabel, atau konfigurasi data logger.
Error 190 – Hardware Failure
Penyebab: Kerusakan internal modul elektronik.
Solusi: Hubungi teknisi resmi untuk perbaikan.
Penyebab Umum Solis Inverter Alarm
1. Tegangan PLN Tidak Stabil
Kondisi overvoltage atau undervoltage sering menyebabkan alarm aktif. PLN di beberapa lokasi memiliki fluktuasi tinggi, terutama pada jam puncak.
2. Konfigurasi Panel Surya Tidak Sesuai
Kesalahan umum seperti:
- Jumlah panel berlebihan dalam satu string
- Tegangan open circuit terlalu tinggi
- Kabel DC longgar
Situasi ini memicu error PV overvoltage atau insulation fault.
3. Suhu Lingkungan Terlalu Panas
Inverter yang dipasang di ruang tertutup tanpa ventilasi cenderung mengalami over temperature.
4. Masalah Kabel dan Konektor
Konektor MC4 yang longgar atau kabel terkelupas dapat memicu short circuit dan isolation fault.
5. Gangguan Komunikasi pada Data Logger
Jika WiFi atau LAN Data Logger error, maka warning akan muncul di SolisCloud.
Cara Mengatasi Solis Inverter Alarm
Langkah Pertama: Identifikasi Kode Error
Ketika alarm muncul, lakukan langkah berikut:
- Catat kode alarm yang tampil pada layar.
- Cek history alarm di aplikasi SolisCloud.
- Cocokkan dengan daftar kode error resmi Solis.
Periksa Input DC dari Panel Surya
Pastikan:
- Tegangan tidak melebihi batas inverter
- Polaritas benar (+ ke +, – ke -)
- Kabel MC4 terkunci dan tidak longgar
Periksa Input AC dari PLN
Beberapa alarm tidak berasal dari inverter, tetapi dari jaringan PLN, seperti:
- Tegangan overvoltage
- Tegangan undervoltage
- Frekuensi tidak stabil
Gunakan multitester untuk memastikan nilai voltase.
Bersihkan Inverter dan Tingkatkan Ventilasi
Overheat adalah kasus yang sering muncul. Pastikan:
- Tidak ada benda menutupi inverter
- Heatsink bersih dari debu
- Ruangan memiliki aliran udara cukup
Reset Manual Inverter
Setelah perbaikan, lakukan reset:
- Matikan AC breaker
- Matikan DC isolator
- Tunggu 30 detik
- Nyalakan urut kembali
Update Firmware
Alarm tertentu disebabkan firmware lama. Pembaruan firmware bisa memperbaiki bug dan meningkatkan stabilitas inverter.
Hubungi Teknisi Jika Hardware Failure
Jika muncul error 190, 191, atau kode hardware abnormal lainnya, segera panggil teknisi resmi karena hal ini berkaitan dengan komponen internal.
Solis Inverter Alarm pada SolisCloud
Keunggulan Monitoring Alarm Melalui Aplikasi
Aplikasi SolisCloud memungkinkan pengguna untuk:
- Melihat alarm real-time
- Menerima notifikasi peringatan
- Mengetahui penyebab alarm secara detail
- Mengunduh laporan performa sistem
Cara Membaca Log Alarm di SolisCloud
- Masuk ke halaman Plant
- Pilih “Device” → “Inverter”
- Klik menu “Alarm Log”
- Analisis waktu muncul dan penyebab alarm
Informasi ini sangat membantu teknisi dalam melakukan analisis awal.
Cara Mencegah Solis Inverter Alarm Sering Muncul
1. Pastikan Instalasi Sesuai Standar
Gunakan teknisi bersertifikat agar:
- Konfigurasi panel benar
- Grounding sesuai standar
- Tegangan tidak melebihi batas
2. Cek Rutin Kabel, MC4, dan Breaker
Konektor DC yang longgar adalah penyebab error paling umum.
H3. 3. Pastikan Lokasi Inverter Sesuai
Tempatkan pada:
- Ruang bersuhu rendah
- Tidak terkena sinar matahari langsung
- Memiliki ventilasi cukup
4. Lakukan Maintenance Minimal 1 Kali per Tahun
Maintenance meliputi:
- Membersihkan panel
- Mengecek tegangan string
- Mengukur isolasi kabel
- Memastikan tidak ada korosi pada konektor
5. Gunakan Data Logger untuk Pemantauan
Data logger membantu mendeteksi anomali sejak dini sehingga alarm tidak berlarut-larut.
Tanda Alarm yang Perlu Perhatian Segera
Beberapa alarm tidak boleh diabaikan, di antaranya:
1. Isolation Fault
Berpotensi menyebabkan korsleting besar.
2. Hardware Failure
Menandakan kerusakan komponen internal.
3. Over Temperature Berulang
Dapat memperpendek usia inverter.
4. PV Overvoltage
Bisa merusak modul input DC inverter.



